Widget HTML #1

10 Bahan-bahan Menjijikkan Dalam Kosmetik

Kosmetik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas kecantikan banyak orang. Dari pelembap hingga lipstik, dari parfum hingga produk perawatan rambut, kita mengandalkan berbagai produk untuk tampil menarik dan percaya diri. Namun, tahukah Anda bahwa di balik kemasan cantik dan aroma menggoda, terdapat sejumlah bahan yang—jika Anda tahu asal-usulnya—mungkin akan membuat Anda mual?

Berikut adalah daftar 10 bahan menjijikkan yang masih digunakan dalam industri kosmetik, lengkap dengan penjelasan ilmiah, sejarah penggunaannya, dan status regulasi terkini.

1. Ambergris: Muntahan Paus dalam Parfum Mewah

10 Bahan-bahan Menjijikkan Dalam Kosmetik
Ambergris - img from oceandimensions.com
Ambergris adalah zat padat berwarna abu-abu hingga kuning yang berasal dari sistem pencernaan paus sperma. Zat ini terbentuk sebagai respons terhadap benda tajam seperti paruh cumi-cumi yang tertelan, dan kemudian dikeluarkan melalui muntahan atau kotoran.

Fakta Terkini:

  • Ambergris dijuluki “emas laut” karena harganya bisa mencapai US$ 10.000 per pon.
  • Digunakan sebagai fixative dalam parfum mewah untuk memperpanjang aroma dan menambah kedalaman.
  • Meskipun kontroversial, ambergris tidak dilarang secara global dan masih digunakan oleh rumah parfum seperti Creed dan Maison Francis Kurkdjian.

2. Cochineal: Serbuk Kumbang dalam Lipstik dan Blush

Cochineal adalah pewarna merah alami yang berasal dari serangga betina Dactylopius coccus yang hidup di kaktus. Serangga ini dikeringkan dan dihancurkan untuk menghasilkan carminic acid, pewarna merah intens.

Fakta Terkini:

  • Dibutuhkan sekitar 70.000 serangga untuk menghasilkan 500 gram pewarna.
  • Digunakan dalam lipstik, blush on, eyeshadow, bahkan makanan seperti yogurt dan minuman.
  • Tidak cocok untuk vegan dan dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang.

3. Sisik Ikan: Kilau Alami dalam Maskara dan Kuteks

Sisik ikan, terutama dari ikan herring, digunakan untuk menghasilkan guanine, senyawa kristalin yang memberikan efek shimmer pada kosmetik.

Fakta Terkini:

  • Guanine digunakan dalam lipstik, eyeshadow, maskara, kuteks, dan bahkan sampo.
  • Alternatif vegan seperti bismuth oxychloride mulai digunakan oleh beberapa merek.
  • Sisik ikan juga mengandung kolagen yang kini dimanfaatkan dalam produk anti-aging.

4. Tallow: Lemak Bangkai Hewan dalam Sabun dan Makeup

Tallow adalah lemak yang diambil dari jaringan hewan seperti sapi dan domba, biasanya dari hasil pemotongan atau bahkan hewan mati.

Fakta Terkini:

  • Digunakan dalam pelembap, sabun, alas bedak, lipstik, dan shampo.
  • Tallow kaya akan asam lemak seperti oleat dan palmitat, yang membantu melembapkan kulit.
  • Meskipun efektif, tallow tidak cocok untuk vegan dan menimbulkan pertanyaan etis terkait sumbernya.

5. Sperma Banteng: Protein Ajaib untuk Rambut Rusak

Sperma banteng, atau lebih tepatnya bovine seminal plasma (BSP), digunakan dalam perawatan rambut karena kandungan proteinnya yang tinggi.

Fakta Terkini:

  • Produk seperti Imprivo dari Selandia Baru menggunakan BSP untuk memperkuat rambut yang rusak akibat pewarnaan.
  • BSP diklaim memiliki sifat antibakteri dan meningkatkan volume rambut.
  • Prosesnya melibatkan pemisahan sperma dari plasma, sehingga yang digunakan adalah cairan proteinnya.

6. Diatomaceous Earth: Bubuk Dinamit dalam Deodoran dan Scrub

Diatomaceous Earth (DE) adalah bubuk putih dari fosil alga mikroskopis yang digunakan sebagai abrasive dalam kosmetik.

Fakta Terkini:

  • Digunakan dalam scrub wajah, deodoran, pasta gigi, dan masker.
  • Memiliki sifat menyerap minyak dan mengangkat sel kulit mati.
  • Aman digunakan secara topikal, tetapi bisa menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.

7. Sekresi Siput: Lendir Ajaib dalam Pelembap

Sekresi siput kaya akan asam glikolat, elastin, dan protein regeneratif yang membantu memperbaiki kulit.

Fakta Terkini:

  • Digunakan dalam krim anti-aging, serum, dan masker wajah.
  • Terbukti membantu mengurangi bekas jerawat, stretch mark, dan mempercepat regenerasi kulit.
  • Banyak digunakan dalam produk K-beauty dan skincare Korea.

8. Squalane dari Hati Hiu: Minyak Halus dalam Sunscreen

Squalane adalah bentuk stabil dari squalene, minyak alami yang diekstraksi dari hati hiu.

Fakta Terkini:

  • Digunakan dalam lip balm, sunscreen, dan pelembap karena mudah diserap kulit.
  • Banyak merek kini beralih ke **squalane nabati** dari zaitun atau tebu karena alasan keberlanjutan.
  • Squalane dari hiu masih digunakan dalam beberapa produk mewah, meski kontroversial secara ekologis.

9. Sel Kulit Bayi: Anti-Aging Ekstrem dalam Moisturizer

Beberapa produk anti-aging menggunakan sel fibroblast dari kulit bayi untuk merangsang pertumbuhan kulit baru.

Fakta Terkini:

  • SkinMedica menggunakan teknologi NouriCel-MD yang mengandung kolagen, protein, dan faktor pertumbuhan.
  • Klaimnya adalah memperlambat penuaan dan meningkatkan elastisitas kulit.
  • Penggunaan sel manusia dalam kosmetik menimbulkan perdebatan etis dan regulasi.

10. Lanolin: Lilin Domba dalam Krim Cukur dan Lotion

Lanolin adalah zat berminyak yang diambil dari bulu domba, digunakan untuk melembapkan dan melindungi kulit.

Fakta Terkini:

  • Digunakan dalam lotion, krim cukur, lip balm, dan produk ibu menyusui.
  • Efektif untuk kulit kering dan pecah-pecah, serta membuat sarung tangan bisbol lebih lentur!
  • Olay dan banyak merek besar masih menggunakannya dalam formulasi mereka.

Penutup: Cantik, Tapi Perlu Tahu

Industri kosmetik terus berkembang, dan banyak bahan yang dulunya dianggap menjijikkan kini diterima karena efektivitasnya. Namun, sebagai konsumen yang cerdas, penting untuk memahami asal-usul bahan yang kita gunakan setiap hari. Apakah Anda nyaman dengan bahan-bahan ini? Apakah Anda ingin beralih ke produk vegan atau cruelty-free?

Dengan meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan dan etika, banyak merek kini menawarkan alternatif alami dan ramah lingkungan. Tapi untuk saat ini, bahan-bahan “menjijikkan” ini masih menjadi bagian dari dunia kecantikan yang glamor.

Posting Komentar untuk "10 Bahan-bahan Menjijikkan Dalam Kosmetik"